MATERI MOMENTUM DAN IMPULS Sub Bagian Penjelasan tentang Macam-macam Tumbukan (Lenting Sempurna, Sebagian, dan Tidak Sama Sekali)

dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui peristiwa tumbuka antara dua benda. kejadian seperti tabrakan mobil di jalan raya, bus menabrak pohon, tumbukan dua bola biliar, tumbukan antara bola dengan tanah atau dinding merupakan contoh peristiwa tumbukan.
Tumbukan dapat terjadi pada saat benda yang bergerak mengenai benda lain yang sedang bergerak atau diam. Pada materi ini, kita hanya akan membahas mengenai tumbukan sentral lurus, yaitu tumbukan antara dua benda yang arah kecepatannya berimpit dengan garis hubung kedua pusat massa benda.
Berdasarkan sifat kelentingan benda, tumbukan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak lenting sama sekali. Dengan menggunakan Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi, kita dapat menentukan peristiwa yang terjadi setelah tumbukan.
1. Tumbukan Lenting Sempurna 
Apabila tidak ada energi yang hilang selama tumbukan dan jumlah energi kinetik kedua benda sebelum dan sesudah tumbukan sama, maka tumbukan itu disebut tumbukan lenting sempurna. Pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik. Misalnya, dua buah benda massanya masing-masing m1 dan m2 bergerak dengan kecepatan v1 dan v2 dengan arah berlawanan seperti pada gambar berikut.
Tumbukan lenting sempurna antara dua benda
Tumbukan lenting sempurna antara dua benda:
(a) sebelum tumbukan, (b) saat tumbukan, (c) setelah tumbukan.
Kedua benda bertumbukan lenting sempurna, sehingga setelah tumbukan kecepatan kedua benda menjadi v1‘ dan v2‘ . Berdasarkan Hukum Kekekalan Momentum, dituliskan:
m1 v1 + m2 v2 = m1 v1‘ + m2 v2
m1 v1 – m1 v1‘ = m2 v2‘ – m2 v2
m1 (v1 – v1‘ ) = m2 (v2‘ – v2 )
(i)
Dari Hukum Kekekalan Energi Kinetik diperoleh:
(ii)
Jika persamaan (ii) dibagi dengan persamaan (i) diperoleh:
v1 + v1‘ = v2‘ + v2
v1‘ – v2‘ = v2 – v1
v1‘ – v2‘ = -(v1 – v2 )
(2)
Persamaan (2) dapat dituliskan:
(3)
Bilangan pada persamaan (3) disebut koefisien restitusi (e), yang merupakan negatif perbandingan kecepatan relatif kedua benda sebelum tumbukan. Persamaan (3) dapat dinyatakan:
(4)
Dengan demikian, pada tumbukan lenting sempurna koefisien restitusi (e) = 1.
2. Tumbukan Lenting Sebagian
Pada tumbukan lenting sebagian, beberapa energi kinetik akan diubah menjadi energi bentuk lain seperti panas, bunyi, dan sebagainya. Akibatnya, energi kinetik sebelum tumbukan lebih besar daripada energi kinetik sesudah tumbukan. Sebagian besar tumbukan yang terjadi antara dua benda merupakan tumbukan lenting sebagian.
Pada tumbukan lenting sebagian berlaku Hukum Kekekalan Momentum, tetapi tidak berlaku Hukum Kekekalan Energi Kinetik.
ΣEk > ΣEk ‘ , maka:
Ek1 + Ek2 > Ek1‘ + Ek2
v2 – v1 > v1‘ – v2
Sehingga persamaan (3) dapat dituliskan:
(5)
Dengan demikian, dapat disimpulkan pada tumbukan lenting sebagian, koefisien restitusi (e) adalah:
0 < e < 1.
Untuk menentukan koefisien restitusi benda yang bertumbukan, perhatikan contoh berikut ini. Perhatikan gamba berikut!
Tumbukan lenting sebagian antara bola dengan lantai
Tumbukan lenting sebagian antara bola dengan lantai.
Sebuah bola elastis jatuh bebas dari ketinggian h1 dari lantai, maka akan terjadi tumbukan antara bola dengan lantai sehingga bola memantul setinggi h2. Berdasarkan persamaan pada gerak jatuh bebas, kecepatan benda sesaat sebelum tumbukan adalah:
Gerak bola sesaat setelah terjadi tumbukan dapat diidentifikasikan dengan gerak jatuh bebas, sehingga:
(arah ke atas negatif)
Karena lantai diam, maka kecepatan lantai sebelum dan sesudah tumbukan adalah nol, v2 = v2 ‘ = 0, sehingga besarnya koefisien restitusi adalah:
(6)
3. Tumbukan tidak Lenting Sama Sekali
Pada tumbukan tidak lenting sama sekali, sesudah tumbukan kedua benda bersatu, sehingga kecepatan kedua benda sesudah tumbukan besarnya sama, yaitu v1‘ = v2‘ = v’. Berdasarkan Hukum Kekekalan Momentum maka:
m1 v 1 + m 2 v2 = m1 v1‘ + m2 v2
m1 v1 + m2 v2 = (m1 + m 2 ) v’
Karena v1‘ = v2‘ , maka v1‘ – v2‘ = 0, sehingga koefisien restitusi (e) adalah:
Jadi, pada tumbukan tidak lenting sama sekali besarnya koefisien restitusi adalah nol (e =0).

BATUAN DAN PEMBENTUKAN KERAK BUMI

Setelah sebelumnya kita mempelajari tentang LAPISAN BUMI mulai dari Atmosfer, Litosfer dan Hidrosfer. Selanjutnya kita akan memperdalam materi tentang litosfer. Salah satu unsur penyusun litosfer adalah batuan.

Batuan merupakan kumpulan beberapa mineral dalam bentuk padat. Mineral merupakan senyawa anorganik. Batuan merupakan sumber mineral yang terdapat di air, tanah bahkan udara. Batuan ini terdapat di seluruh lapisan permukaan bumi, baik di bawah lapisan tanah daratan maupun di dasar laut.

Di dalam pembentuknya, struktur lapisan bumi terdapat tiga jenis bebatuan yang paling banyak ditemukan dan didapatkan oleh peneliti sebagai pembentuk kerak bumi dan pembatas antara lapisan kerak bumi dengan lapisan mantel pada bumi.

Batuan bumi dibedakan menjadi 3 jenis utama,

  1. Batuan beku
  2. Batuan sedimen
  3. Batuan metamorf

Dalam proses geologi, batuan itu bisa berubah ke bentuk batuan lain karena proses alam.

batuan

Diantara batuan pembentuk kerak bumi antara lain :

 

1. Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan dari struktur bumi yang disebabkan oleh pembekuan oleh cairan magma di dalam perjalannya menuju bumi. Di dalam proses pembekuannya batuan beku dibagi atas 3 jenis batuan beku berdasarkan proses cepat atau lambatnya magma tersebut membeku saat mencapa permukaan bumi.

  1. Batuan Beku Dalam, merupakan batuan beku yang membeku didalam kulit bumi dan berbentuk kristal yang besar seperti batu granit.
  2. Batuan Beku Luar / Batu Leleran, merupakan batuan beku yang membeku diluar kulit bumi dan berbentuk kristal yang kecil-kecil. Diantara batuan beku luar antara lain batu apung.
  3. Batuan Korok, merupakan batuan beku yang membeku di dalam gang-gang atau korok yang tempatnya dengan permukaan. Dengan peroses pembekuan lebih cepat dari batuan beku akan membentuk batuan seperti batu fosfir.

Berikut ini contoh batuan yang termasuk batuan beku :

batuan beku

2. Batuan Sedimen / Endapan

Sesuai dengan namanya batuan sedimen atau batu endapan merupakan salah satu materi pembentuk struktur lapisan bumi selanjutnya. Dimana, batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari berbagai jenis dan macam batu yang lapuk atau hancur.

Dengan butiran pelapukan batu tersebut menumpuk dan berlapis-lapis secara bertahun-tahun disertai adanya tekanan. Membuat pemadatan batuan menjadi batuan sedimentasi yang umumnya terdiri dari alpisan batuan kecil, pasir, dan berbagia jenis batuan lainnya.

Berikut ini contoh batuan yang termasuk batuan sedimen :

batuan sedimen

3. Batuan Metamorf / Malihan

Batuan metamorf merupakan perubahan lanjutan oleh batuan sedimen maupun batuan beku pada struktur bumi yang mengalami perubahan tekstur dan struktur akibat panas dan tekanan.

Diantara batuan metamorf atara lain :

  • Batuan metamorf termal, merupakan batuan malihan yang berada disekitar gunung berapi yang dimana batuan tersebut bersentuah dengan makma. Sehingga, menjadi batuan seperti marmer.
  • Batuan metamorf kataklastik, merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat mendapat tekanan yang besar sehinggat menjadi batu seperti batu filit.
  • Batuan metamorf dinamo-termal, merupakan batuan metamorf yang berubah akibat tekanan yang tinggi dan suhu tinggi. Sehingga, berubah menjadi batuan genes, amfibolit.

Berikut ini contoh batuan yang termasuk batuan metamorf :

batuan metamorf

 

#TetapSemangatBelajar

#stayathome

Tutorial Mengecilkan File PDF Menggunakan Nitro PDF

mengecilkan dokumen dalam bentuk PDF sering kita perlukan ketika hendak melakukan upload dokumen ke website tertentu. halini sering membuat kita bingung karena ukuran yang belum sesuai dimana rata-rata besar ukuran maksimum yang diminta ketika melakukanupload adalah 1 mb atau bahkan 100 kb.

salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah menggunakan software nitro PDF. software ini merupakan produk berbayar sehingga untuk instalannya kita membutuhkan aktivasi. namun kali ini kita tidak membahas itu, yang kita bahas adalah cara menggunakan software ini untuk mengecilkan ukuran PDF.

LANGKAH -LANGKAH MENGECILKAN FILE PDF

  • buka file pdf yang akan dikecilkan dengan NITRO PDF.
  • klik pada menu home –> klik edit
  • klik pada dokumen pdf kemudian perkecil ukuran gambar dengan melakukan drag
  • geser hasil dokumen yang diperkecil ketengah kemudian lakukan crop dengan melakukan klik pada menu page layout —> crop
  • simpan dengan nama llain atau klik file —> save as
  • setelah disimpan dengan nama lain, lanjut mekakukan optimize dokumen dengan klik file optimize pdf—> reduce size—-> klik optimize
  • selesai

untuk lebih detail bisa kalian cek video pada link berikut

selamat mencoba semoga bermanfaat

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai