OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA (bagian 2)

H.SIKAP ILMIAH

merupakan sikap atau nilai- nilai yang ditanamkan dalam kegiatan pembelajaan IPA.

sikap tesebut antara lain meliputi:

  1. mampu membedakan opini dan fakta.
  2. keberanian untuk mencoba
  3. kejujuran
  4. teliti
  5. selalu ingin tahu
  6. objektif
  7. bekerja sama
  8. terbuka dan fleksibel
  9. bertanggungjawab
  10. ulet dan gigih disertai keyakinan
  11. mensyukuri nikmat dari Tuhan

 

I.NOTASI ILMIAH

Menurut aturan notasi ilmiah hasil pengukuran dapat dituliskan

a,…x 10n

a = bilangan asli 1 sampai 9
n = bilangan eksponen

Dalam notasi ilmiah hasil pengukuran harus dinyatakan dalam 1 angka di depan koma. Angka 125 jika kita tuliskan dalam bentuk baku (notasi ilmiah) menjadi 1,2 x 102.

untuk lebih jelas saksikan video berikut: klik pada link di bawah ini! dan janan lupa subscribe

video pembahasan notasi ilmiah

 

latihan soal

ubahlah ke dalam bentuk notasi ilmiah

  1. 12000
  2. 5400
  3. 0,0076
  4. 0,0000057
  5. 0,0000107

Objek IPA dan Pengamatannya

A. Pengertian IPA

IPA adalah ilmu yang mempelajari segala sesutu yang berada di sekitar kita baik yang hidup maupun yang mati.

Di dalam menemukan konsep-konsep IPA, maka para ilmuwan melakukan kegiatan penyelidikan yang disebut observasi (pengamatan). IPA berkembang melalui proses penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan harus melalui langkah-langkah yang terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian tersebut dinamakan metode ilmiah.

Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan (dari pemecahan masalah dan mengetahui penyebabnya) secara sistematis sehingga dapat diperoleh simpulan yang dapat dipercaya (valid).

Langkah-langkah Metode Ilmiah

1. Melakukan observasi awal

Obervasi dilakukan untuk mengamati keadaan awal objek penelitian, menganalisis sifat-sifat objek yang diteliti.

2. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah adalah kegiatan menemukan dan menentukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian.

3. Merumuskan hipotesis (dugaan sementara)

Hipotesis adalah membuat rumusan awal (prediksi) terhadap hasil dari permasalahan yang diangkat.

4. Melakukan uji hipotesis dengan eksperimen

Eksperimen adalah melakukan percobaan untuk membuktikan hiptesis, dengan mengendalikan variabel-variabel penelitian.

5. Melakukan analisis hasil

Analisis hasil dikembangkan dari rumusan hipotesis yang telah dibuat, untuk mengetahui apakah hipotesis yang dibuat dapat menjelaskan fenomena permasalahan yang terjadi atau tidak.

6. Menarik simpulan

Setelah hasil dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, peneliti dapat menarik simpulan yang menjelaskan hubungan-hubungan tersebut dengan singkat dan jelas.

B. Proses Penyelidikan IPA

Proses penyelidikan IPA meliputi tiga tahap, yaitu pengamatan, membuat inferensi, dan mengkomunikasikan.

1. Pengamatan

Pengamatan adalah proses mengumpulkan data dan informasi tentang benda yang sedang diselidiki.

Pengamatan dapat dilakukan dengan bantuan indera manusia maupun alat. Misalnya mengamati perubahan warna larutan dapat dilakukan dengan indera penglihatan (mata), atau melakukan pengamatan terhadap bakteri menggunakan bantuan mikroskop.

2. Membuat Inferensi/mengumpulkan informasi

Membuat inferensi artinya adalah merumuskan penjelasan berdasarkan data dan informasi yang telah dikumpulkan pada saat pengamatan.

Penjelasan tersebut digunakan untuk menemukan hubungan antar aspek yang diamati dan membuat hipotesis (dugaan sementara).

3. Mengkomunikasikan

Setelah semua penjelasan dirumuskan dengan baik, langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan hasil penyelidikan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Data-data pendukung yang dapat dikomunikasikan, misalnya tabel, grafik, bagan atau gambar.

C. Objek IPA

Objek yang dipelajari dalam IPA adalah seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola- pola keteraturannya.

Objek IPA dapat berupa benda berukuran sangat kecil (mikroskopis), misalnya bakteri, virus, dan atom atau benda yang berukuran sangat besar seperti lautan, bumi, dan tata surya.

D. Bagian-Bagian IPA

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dikelompokkan menjadi empat bagian sebagai berikut.

1. Fisika

Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang aspek mendasar alam, seperti materi, energi, cahaya, gerak panas dan berbagai gejala fisik alam lainnya.

2. Kimia

Kimia adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai materi dan perubahannya serta interaksi antar materi yang satu dengan materi yang lain.

3. Biologi

Biologi adalah cabang IPA yang mempelajari sistem kehidupan mulai dari ukuran yang kecil sampai dengan lingkungan yang sangat luas.

4. Ilmu Bumi dan Antariksa

Ilmu Bumi dan Antariksa merupakan cabang IPA yang mempelajari tentang asal mula bumi, perkebangan dan keadaannya saat ini, bintang, planet dan berbagai benda langit lainnya.

E. Pengukuran IPA

Pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan mengukur suatu besaran dari objek atau benda. Pengertian pengukuran tersebut menunjukkan bahwa dalam kegiatan mengukur dibutuhkan alat ukur yang sesuai dengan besarannya.

Sedangkan mengukur adalah membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang sesuai, misalnya mengukur lebar meja dengan mistar, mengukur kecepatan lari dengan stopwacth, atau mengukur massa benda dengan neraca.

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai dan satuan. Satuan adalah pembanding dalam sebuah pengukuran.

Di dalam melakukan kegiatan pengukuran terhadap suatu benda, yang terpenting adalah menggunakan alat ukur yang sesuai dan standar.

Syarat pengukuran tersebut harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai ukur yang tepat.  Pengukuran yang teliti akan menghasilkan nilai yang akurat. Semakin tinggi tingkat ketelitian sebuah alat ukur, maka nilai pengukuran semakin baik.

F. Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Berdasarkan jenis satuanya, maka besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok

Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu, terdiri atas tujuh besaran.

Berikut ini tujuh besaran pokok besarta satuannya berdasarkan Satuan Internasional (SI).

Besaran turunan

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Misalnya : Luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang, kecepatan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu.

Beberapa contoh besaran turunan yang lain dapat dilihat pada tabel berikut.

G. Satuan Baku dan Tidak Baku

Satuan baku adalah satuan yang telah disepakati pemakaiannya secara internasional atau disebut juga Sistem Internasional (SI).

Syarat satuan baku adalah berlaku internasional, mudah ditiru, dan tidak berubah. Satuan dalam Sistem Internasional dibagi menjadi dua sistem, yaitu sistem MKS (meter – kilogram – sekon) dan sistem CGS (centimeter – gram – sekon).

Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional, hanya digunakan pada wilayah tertentu saja. satuanini akan memiliki nilai yang berbeda ketika digunakan oleh orang yang berbeda.

Sebelum ditemukannya alat ukur, maka penduduk pada jaman dahulu menggunakan satuan tidak baku untuk pedoman pengukuran. Contoh satuan tidak baku, antara lain hasta, depa, kaki, lengan, dan tumbak.

 

 

 

LATIHAN SOAL

1. tuliskan tahapan metode ilmiah!

2. apa yang dimaksud dengan penyelidikan dalam IPA?

3. jelaskan perbedaan satuan baku dan tidak baku!

4. sebutkan besaran-besaran pokok

5. sebutkan minimal3 contoh besaran turunan beserta besaran utamanya!

 

Bioteknologi – Konsep dan Jenisnya

Mendengar istilah bioteknologi, apa yang muncul di pikiran kita? Istilahnya mungkin terdengar seperti yang sering dipakai dalam film sains-fiksi, tapi bioteknologi sebenarnya kita gunakan juga di kehidupan sehari-hari lho.

Bioteknologi sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu yang berhubungan dengan penerapan sistem biologis dan organisme untuk proses teknis dan industri untuk kesejahteraan manusia.

Federasi Bioteknologi Eropa mendefinisikan bioteknologi sebagai “perpaduan ilmu dari pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan penggunaan organisme, sel, bagian dari makhluk hidup, atau molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa”.

 

Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara-negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS.

Jenis Bioteknologi

Secara garis besar, cabang ilmu ini dibagi ke dalam dua jenis, yaitu konvensional dan modern. Seperti namanya, bioteknologi konvensional masih menggunakan proses dan peralatan yang sederhana. Biasanya, jenis konvensional memanfaatkan mikroorganisme, contohnya pada proses fermentasi. Contoh-contoh produk bioteknologi ini dapat dilihat pada contoh berikut.

bio

Tempe
Bahan: Kedelai
Mikroorganisme: Rhizopus oligosporus

Kecap
Bahan: Kedelai
Mikroorganisme: Aspergilus soyae dan Aspergilus wentii

Tauco
Bahan: Kedelai
Mikroorganisme: Aspergilus oryzae

Yoghurt
Bahan: susu
Mikroorganisme: Streptococcus, thermophilus, Lactobacillus bulgaricus

Keju
Bahan: Susu
Mikroorganisme: Lactobacillus lactis, Lactobaccilus vulgaris

Mentega
Bahan: Susu
Mikroorganisme: Streptococcus lactis

Nata de coco
Bahan: Sari kelapa
Mikroorganisme: Acetobacter xylinum

Sementara itu, bioteknologi modern telah menggunakan proses dan peralatan yang jauh lebih canggih. Biasanya, bioteknologi modern melibatkan rekayasa genetik atau manipulasi materi genetik. Jenis bioteknologi ini mampu menciptakan tumbuhan dan hewan transgenik. Selain itu, bioteknologi modern dapat dilakukan untuk pengembangan gen, uji bayi tabung, mengembangkan vaksin DNA, hingga memperbaiki gen yang cacat.

 

bioteknologi

TUGAS

carilah 2 jenis makanan hasil bioteknologi disekitarmu, kemudian catatlah bahan dan prosesnya..selamat belajar

Getaran, Gelombang dan Bunyi

A. Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik benda melalui titik kesetimbangannya.
Perhatikanlah gambar di samping :
Bila gerakan dimulai dari A maka satu getaran menempuh lintasan A-B-C-B-A
Bila gerakan dimulai dari B maka satu getaran dapat diawali dengan gerakan ke kanan atau ke kiri (bebas) :
ke Kiri  lintasannya B-A-B-C-B dan ke kanan lintasannya B-C-B-A-B
Kalau C maka satu getarannya dengan mudah dapat ditentukan bukan ?
1. Amplitudo
Amplitudo didefinisikan sebagai simpangan getaran paling besar. dalam gambar di atas titik seimbangnya adalah B berarti amplitudo (simpangan maksimum)nya adalah BA dan BC. Dalam gelombang bunyi amplitudo mempengaruhi kuat lemahnya bunyi.
 
2. Periode dan Frekuensi
Periode ( T ) adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran
Frekuensi ( f ) adalah banyaknya getaran tiap satuan waktu (sekon). Frekuensi mempengaruhi tinggi rendah bunyi.
keterangan : n = banyaknya getaran/elombang
                        t  = waktu (s)
                        T = periode (s)
                        f = frekuensi (f)
bila kalian perhatikan antara rumus periode ( T ) dan frekuensi ( f ) saling berkebalikan….jadi hubungan antara periode dan frekuensi dapat ditulis :
B. Gelombang
Gelombang adalah geteran yang berjalan.
Berdasarkan kebutuhan medium (tempat) perambatannya dibedakan menjadi 2 yakni :
  • Gelombang mekanik, adalah gelombang yang memerlukan medium untuk perambatannya. mediumnya dapat berupa udara, zat cair maupun zat padat. dan tidak dapat melalui ruang hampa. contoh: gelombang suara
  • Gelombang Elektromagnetik, adalah gelombang yang tidak memerlukan medium untuk perambatannya, berarti gelombang elektromagnetik dapat melalui ruang hampa. Contohnya gelombang cahaya.
C. Gelombang Mekanik
gelombang mekanik dibagi menjadi dua macam yakni gelombang tranversal dan gelombang longitudinal.
Gelombang Tranversal
adalah gelombang mekanik yang arah perambatannya tegak lurus terhadap arah getarannya.
Perhatikan gambar di samping  :
gelombang merambat dari kiri kekanan sedangkan arah getarannya naik turun.
contoh gelombang tranversal :
gelombang tali, gelombang air  dll.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam gelombang tranversal ini :
  • ABC, EFG, dan IJK = bukit gelombang
  • CDE dan GHI = lembah gelombang
  • B, F, dan J = titik puncak gelombang
  • D dan H = titik dasar gelombang
  • ABCDE, EFGHI = satu gelombang
Satu gelombang terdiri atas satu puncak gelombang dan satu lembah gelombang yang biasanya disebut 1 panjang gelombang (1λ) .
Jadi, gelombang transversal pada Gambar di atas terdiri atas 3 puncak gelombang dan 2 lembah gelombang. Dengan kata lain terdiri atas 2,5 gelombang.
Gelombang Longitudinal  
adalah gelombang mekanik yang arah perambatannya sejajar terhadap arah getarannya.
Contohnya gelombang bunyi.
D. Cepat Rambat dan Panjang Gelombang

v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s)

s = jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (s).

T = periode bunyi (s)

λ = panjang gelombang bunyi (m)

berarti rumus kecepatan ada tiga macam dan penggunaanya tergantung dengan apa yang diketahui dalam soal. misal diketahui jarak tempuh (s) dan waktunya (t) maka menggunakan rumus v = s/t .
conoh soal :
diketahui sebuah gelombang seperti pada gambar  jika jarak tempuh = 10 m
a. berapa Amplitudonya?
b. berapa frekuensi dan periodenya ?
c. berapa panjang gelombangnya ?
d. berapa kecepatannya ?
PEMBAHASAN
a. Ampitudo (A) nya = 5 cm
b. frekuensi (f) = banyak gelombang/waktu = 2,5/1 = 2,5 Hz
    Periode (T) = waktu/banyak gelombang = 1/2,5 = 0,4 sekon
c. panjang gelombang = jarak tempuh/banyak gelombang = 10/2,5 =  4 m
d. karena yang dikethui dalam soal cukup banyak untuk mencari kecepatan dapat menggunakan 2 cara :
     cara I : kecepatan (v) = jaraktempuh (s) / waktu tempuh (t) = 10 / 1 = 10 m/s
    cara II : kecepatan(v) = panjang gelombang x frekuensi (f) = 4 x 2,5 = 10 m/s
E. Gelombang Bunyi
seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bunyi merupakan bentuk dari gelombang tranversal (arah rambatan sejajar dengan arah getarannya). kuat lemah bunyi dipengaruhi Amplitudo dan tinggi rendah bunyi dipengaruhi oleh frekuensi
Nada adalah bunyi yang teratur
Desah adalah bunyi yang tidak teratur
Timbre adalah warna bunyi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya benda lain yang berfrekuensi sama dengan sebuah benda yang bergetar. contoh pantulan bunyi dalam kotak udara gitar mempunyai frekuensi yang sama….maka terjadi resonansi dan bunyi gitar menjadi lebih nyaring dari bunyi aslinya (petikan senar saja).
contoh lain resonansi :
ketika sebuah bandul digoyang maka bandul lain yang tidak digoyang namun memiliki panjang yang sama akan secara alami ikut bergoyang…hal ini karena bandul yang mempunyai panjang tali yang sama juga mempunyai frekuensi yang sama juga….sehingga terjadi resonansi
Hukum Marsenne

Marsenne menyelidiki hubungan frekuensi yang dihasilkan oleh senar yang bergetar dengan panjang senar, penampang senar, tegangan, dan jenis senar. Faktor-faktor yang memengaruhi frekuensi nada alamiah sebuah senar atau dawai menurut Marsenne adalah sebagai berikut :

1) Panjang senar, semakin panjang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
2) Luas penampang, semakin besar luas penampang senar, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
3) Tegangan senar, semakin besar tegangan senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.
4) Massa jenis senar, semakin kecil massa jenis senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

Pengelompokan bunyi berdasarkan frekuensinya :
1. Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya < 20 Hz. bunyi ini tidak dapat didengarkan oleh manusia namun dapat didengarkan oleh laba-laba, jangkrik dan lumba-lumba.
2. Bunyi audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya diantara  20 Hz – 20.000 Hz. bunyi jenis inilah yang dapat didengarkan oleh manusia.
3. Bunyi ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya  > 20.000 Hz. bunyi jenis ini juga tidak dapat di dengarkan manusia. hewan yang mampu mengarkan bunyi jenis ini adalan lumba2, jangkrik, anjing….dll
Pemantulan Bunyi
Jenis pemantulan bumi ada 2 yakni :
1. Gaung, adalah bunyi pantul yang sebagian terdengar bersamaan dengan bunti aslinya. Hal ini menyebabkan bunyi asli terdengar kurang jelas.
Contoh
Bunyi asli           : mer – de – ka
Bunyi pantul     :          mer – de – ka
peristiwa seperti ini dapat terjadi dalam sebuah gedung yang tidak ada peredam suaranya. untuk mengurangi atau menghilangkan gaung diperlukan bahan peredam suara seperti : gabus, kapas, wool, kardus dll.
2. Gema, adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai. hal ini terjadi karena dinding pantulnya mempunyai jarak yang jauh. misalnya pada suatu lembah atau gunung.
Contoh
Bunyi asli           : mer – de – ka
Bunyi pantul     :                             mer – de – ka
Perhitungan Jarak Sumber Bunyi dengan Bidang Pantul
karena lintasan bunyi pantul merupakan gerak bolak balik maka jarak sumber dengan bidang pantul sama dengan separuhnya

s = jarak tempuh gelombang bunyi (m)
v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s)
t = waktu tempuh gelombang bunyi (t)

Contoh :

Diketahui cepat rambat gelombang bunyi di udara adalah 340 m/s. Sebuah kapal memancarkan bunyi sonar ke dasar laut. Jika 4 sekon kemudian orang di dalam kapal dapat mendengarkan bunyi pantulannya. Hitung kedalaman laut tersebut…?

t   = 4 s
v  = 340 m/s
s  = (v x t) / 2 = (340 x 4) / 2 = 680 m

 

LATIHAN:

  1. getaran adalah….
  2. 1λ terdiri atas….
  3.  jelaskan perbedaan antara gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik!
  4. perhatikan gambarsoal2tentukan amplitudo dan panjang gelombangnya
  5. kerjakan soal UN tahun 2019 berikut soal

BUMI, BULAN, DAN GERHANA

1bumi

BUMI

1. Bentuk umi

huruf pada tahun 1522, Magelhaen telah membuktikan bahwa Bumi berbentuk bulat. Waktu itu dia mengadakan pelayaran dengan arah lurus, kemudian dia berhasil kembali ke tempat awal dia berlayar. Astronot telah melihat dengan jelas bentuk Bumi. Astronot dari atas melihat bahwa terdapat sedikit tonjolan di khatulistiwa dan terdapat bagian Bumi yang rata di bagian kutubnya. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi tidak benarbenar bulat, akan tetapi sedikit lonjong. Bumi berdiameter sekitar 12.742 km.

  1. Rotasi Bumi

Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Sedangkan kala rotasi Bumi adalah waktu yang diperlukan Bumi untuk sekali berputar pada porosnya, yaitu 23 jam 56 menit. Bumi berotasi dari barat ke timur. Aktivitas yang telah kamu lakukan adalah salah satu akibat dari rotasi Bumi, yaitu terjadinya siang dan malam.

Adapun akibat lain dari rotasi Bumi adalah sebagai berikut.

  1. Gerak semu harian Matahari.
  2. Perbedaan waktu.
  3. Pembelokan arah angin.
  4. Pembelokan arah arus laut.

Sumber: Blaustein, D et al, 1999

Gambar 6.11 Rotasi Bumi

  1. Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah perputaran (peredaran) Bumi mengelilingi Matahari. Kala revolusi Bumi adalah waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk sekali berputar mengelilingi Matahari, yaitu 365,25 hari atau 1 tahun. Bumi berevolusi dengan arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. Akibat dari revolusi Bumi, yaitu sebagai berikut.

  1. Terjadinya gerak semu tahunan Matahari.
  2. Perbedaan lamanya siang dan malam.
  3. Pergantian musim.

Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya.

Revolusi Bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari.

 

BULAN

Bulan adalah benda langit yang terdekat dengan Bumi sekaligus merupakan satelit Bumi. Karena Bulan merupakan satelit, maka Bulan tidak dapat memancarkan cahaya sendiri melainkan memancarkan cahaya Matahari. Sebagaimana dengan Bumi yang berputar dan mengelilingi Matahari, Bulan juga berputar dan mengelilingi Bumi.

bulan

Dampak dari pergerakan bulan di antaranya adalah sebagai berikut.

1.Pasang Surut Air Laut

Pasang adalah peristiwa naiknya permukaan air laut, sedangkan surut adalah peristiwa turunnya  Permukaan air laut. Pasang surut air laut terjadi akibat pengaruh gravitasi Matahari dan gravitasi Bulan. Akibat Bumi berotasi pada  sumbunya, maka daerah yang mengalami pasang surut bergantian sebanyak dua  kali. Ada dua jenis pasang air laut, yaitu pasang purnama dan pasang perbani.

1) Pasang Purnama dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan terjadi ketika Bulan purnama. Pasang ini menjadi maksimum ketika terjadi gerhana Matahari. Hal ini karena dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Matahari yang mempunyai arah yang sama atau searah.

2) Pasang Perbani, yaitu ketika permukaan air laut turun serendah-rendahnya. Pasang ini terjadi pada saat Bulan kuartir pertama dan kuartir ketiga. Pasang perbani dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Matahari yang saling tegak lurus.

 

2.Pembagian Bulan

Selain penanggalan matahari ada juga penanggalan islam yang menggunakan masa revolusi bulan terhadap bumi.

 

3.Fase-fase Bulan

Bab 6 Tata Surya

 

Gerhana

1. Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terjadi ketika bayangan Bulan bergerak menutupi permukaan Bumi. Dimana posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak dalam satu garis. Gerhana Matahari terjadi pada waktu Bulan baru. Akibat ukuran Bulan lebih kecil dibandingkan Bumi atau Matahari, maka terjadi tiga kemungkinan gerhana, yaitu sebagai berikut.

Bab 6 Tata Surya

a. Gerhana Matahari total, terjadi pada daerah-daerah yang berada di bayangan
inti (umbra ), sehingga cahaya Matahari tidak tampak sama sekali. Gerhana Matahari total terjadi hanya sekitar 6 menit.

b. Gerhana Matahari cincin, terjadi pada daerah yang terkena lanjutan, sehingga Matahari kelihatan seperti cincin.
c. Gerhana Matahari sebagian, terjadi pada daerah-daerah yang terletak di antara
dan (bayangan kabur), sehingga Matahari kelihatan sebagian.
2. Gerhana Bulan
Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan memasuki bayangan Bumi. Gerhana Bulan hanya dapat terjadi pada saat Bulan purnama. Gerhana Bulan terjadi apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Pada waktu seluruh bagian Bulan masuk dalam daerah
umbra Bumi, maka terjadi gerhana Bulan total. Proses Bulan berada dalam penumbra dapat mencapai 6 jam, dan dalam umbra hanya sekitar 40 menit.Bab 6 Tata Surya1

TATA SURYA

HALO ANAK- ANAK KITA AIKAN MELANJUTKAN PEMBELAJARAN KALI INI.

huruf pernahkah kamu amati langit pada malam hari? Benda-benda apa saja yang kamu lihat di langit? Pasti kamu akan melihat ribuan benda langit. Di antara benda-benda langit tersebut ada yang disebut bintang dan ada juga yang disebut planet. Ketika pagi menjelang,

masihkah kamu dapat melihat benda-benda langit tersebut? Tentu saja tidak, karena di siang hari kamu hanya dapat melihat Matahari di langit. Ketika malam datang, barulah kamu dapat melihat kembali benda-benda langit tersebut. Mengapa demikian?

Peristiwa tersebut di atas akan kita pelajari dalam Bab 6 ini, yaitu sistem Tata Surya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem Tata Surya akan berpengaruh terhadap sistem kehidupan di Bumi. Maha besar Tuhan yang telah menciptakan alam dengan begitu agungnya. Oleh karena itu, marilah belajar dengan sungguhsungguh, senantiasa bersyukur serta berusaha untuk menjaga karunia-Nyasebagai wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak menjadi manusia yang cerdas dan peduli terhadap semua ciptaan Tuhan SWT.

1bumi

Sumber: nasa.gov

Gambar 6.1. Penampakan Bumi

Ayo Kita Pelajari Sistem tata surya, apa sih Sistem tata surya itu?

 

Tata surya adalah susunan benda-benda lagit yang terdiri atas Matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet, komet, meteoroid, dan asteroid yang mengelilingi Matahari.

ada beberapa teori tentang PUSAT TATA SURYA, antara lain :

1.Teori Geosentris

Menganggap bumi sebagai pusat alam semesta yang diam sedangkan planet lain bergerak mengitari bumi

2.Teori Heliosentris

Menganggap matahari sebagai pusat tata surya dan benda-benda langit berputar mengitarinya

Pada awal tahun 1600an, Johannes Kepler seorang ahli matematika dari Jerman mulai mempelajari orbit planet-planet. Kepler menjelaskan tata surya dengan Hukum I Kepler yakni “Setiap planet bergerak dalam orbit elips mengitasi matahari, dengan mata hari berada di salah satu titik fokus elips”

kepler

Perihelium : posisi planet terdekat dengan matahari

Aphelium : posisi planet terjauh dengan matahari

Selanjutnya kita akan mempelajari tentang anggota sistem tata surya.

1.Planet

Merupakan benda gelap(benda yang tidak menghasilkan cahaya) yang dapat dilihat karena dapat memantulkan sebagian sinar matahari ke mata kita. Ada delapan planet di tata surya kita yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

2planet

2.Satelit

Merupakan benda langit yang bergerak mengitari planet dan bersama planet mengelilingi matahari. Planet yang tidak memiliki satelit adalah merkurius dan venus. Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan.

bulan

gambar permukaan bulan

3.Komet (bintang berekor)

Merupakan benda langit yang tersusun oleh batuan es sangat padat dan debu. Ketika mendekati matahari es akan menguap membentuk ekor.

4.Meteoroid, meteor dan meteorit

  • Meteoroid adalah batu-batu angkasa yang melayang-layang bebas di angkasa dan bergerak cepat. meteoroid tidak memiliki lintasan yang beraturan dan tidak mengorbit kepada matahari.
  • Meteor merupakan meteoroid yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Ketika meteor jatuh ke bumi, akan terjadi gesekan dengan atmosfer sehingga benda tersebut akan panas dan terbakar. Sering disebut bintang jatuh
  • Meteorit merupakan meteor yang tidak habis terbakar dan mencapai permukaan bumi. Dapat berupa batu kecil, bahkan ada yang besar sehingga menghasilkan kawah.

5.Asteroid

asteroid terdiri atas berbagai macam benda atau objek yang tidak beraturan bentuknya, objek tersebut disebut dengan asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid terletak diantara orbit planet Mars dan Jupiter. Sabuk asteroid juga digunakan sebagai pembeda planet dalam dan planet luar.

asteroid

gambar sabuk asteroid

Planet dalam terdiri atas: merkurius, venus, bumi, mars. Sedangkan planet luar terdiri atas Jupiter, saturnus, Uranus dan neptunus

6.matahari

bagian-bagian matahari meliputi :

a.Inti Matahari

memiliki suhu sekitar 15 juta ℃. Energi dari inti akan diradiasikan ke lapisan luar Matahari dan kemudian sampai ke ruang angkasa.

b.Fotosfer

memiliki suhu sekitar 6.000 , Ketebalan sekitar 500 km. Melalui fotosfer, sebagian besar radiasi Matahari ke luar dan terdeteksi sebagai sinar Matahari yang kita amati di Bumi.

Di dalam fotosfer terdapat bintik Matahari, yaitu daerah dengan medan magnet yang kuat dan dingin serta lebih gelap dari wilayah sekitarnya

c.Kromosfer

memiliki suhu sekitar 6 ribu sampai 50 ribu  dan ketebalannya 2.000 km. Kromosfer akan terlihat seperti gelang merah yang mengeliling Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.

Korona

merupakan lapisan terluar Matahari dengan suhu sekitar 1.000.000 dan ketebalannya sekitar 700.000 km. Bentuknya berubah-ubah, terlihat mengelilingi matahari saat gerhana matahari cincin

 

CERMIN DAN LENSA

Cermin

Cermin adalah benda yang dibuat untuk memantulkan cahaya (reflektor) dan merefleksikan bayangan. Sisi pada cermin dapat juga dibuat melengkung cembung ataupun cekung.

Cermin berbeda dengan lensa. Hanya satu sisi pada cermin yang memiliki fungsi untuk memantulkan cahaya yakni sisi muka cermin, sedangkan pada sisi belakang cermin tidak masalah apapun bentuknya karena cahaya memang tidak melewati cermin.

Pada materi ini akan dibahas dua tipe cermin berdasarkan bentuk muka cermin yaitu cermin cembung dan cermin cekung.

Cermin Cembung

Cermin cembung memiliki muka cermin berbentuk cembung keluar seperti setengah bola. Cermin cembung berfungsi untuk memantulkan dan kemudian menyebarkan cahaya yang datang. Cermin cembung (konveks) biasa disebut cermin negatif karena bersifat menyebarkan sinar cahaya (divergen).

Titik fokus cermin cembung berada dibelakang cermin sehingga bersifat maya dan bernilai negatif.

 

CL1

Perhatikan gambar diatas, terdapat tiga sinar istimewa pada cermin cembung, yaitu:

  1. setiap sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus di belakang lensa.
  2. setiap sinar datang yang menuju titik fokus di belakang lensa akan dipantulkan menjadi sejajar dengan sumbu utama.
  3. setiap sinar datang yang menuju titik pusat cermin (R) akan dipantulkan kembali dari R yang merupakan jari-jari kelengkungan cermin.

Contoh pemanfaatan cermin cembung adalah pada kaca spion kendaraan sehingga dapat melihat dari arah yang lebih lebar dan pada cermin yang diletakkan di belokan jalan untuk menghindari kecelakaan.

Cermin Cekung

Cermin cekung memiliki muka cermin berbentuk cekungan kedalam seperti wajan penggorengan. Cermin cekung berfungsi untuk memantulkan dan kemudian memfokuskan cahaya yang datang. Cermin cekung (konkaf) biasa disebut cermin positif karena bersifat memfokuskan sinar cahaya(konvergen).

Titik fokus cermin cekung berada didepan cermin sehingga bersifat real dan bernilai positif.

CL2

Perhatikan gambar diatas, terdapat tiga sinar istimewa pada cermin cekung, yaitu:

  1. setiap sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan munujui titik fokus di depan lensa.
  2. setiap sinar datang yang menuju titik fokus di depan lensa akan dipantulkan menjadi sejajar dengan sumbu utama.
  3. setiap sinar datang yang menuju titik pusat cermin (R) akan dipantulkan kembali dari R yang merupakan jari-jari kelengkungan cermin.

Contoh pemanfaatan cermin cekung adalah sebagai pengumpul sinar matahari pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sebagai pemantul pada setiap lampu sorot/senter sehingga cahaya yang

dihasilkan tidak menyebar.

Lensa

Lensa adalah suatu benda transparan yang memiliki dua sisi lengkungan berupa cembung ataupun cekung. Lensa berfungsi untuk membiaskan atau meneruskan cahaya (refaktor). Lensa biasanya terbuat dari kaca ataupun plastik. Pada materi ini akan dibahas dua tipe lensa berdasarkan bentuk/geometri lensa yaitu lensa cembung dan lensa cekung.

 

Lensa Cembung (Konveks)

Lensa cembung berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang datang. Lensa cembung (konveks) biasa disebut lensa positif. Disebut positif karena dapat memfokuskan cahaya (konvergen). Terdapat tiga macam lensa cembung berdasarkan geometri di kedua sisinya, yaitu:

CL3

  • cembung cembung (bikonveks)
  • cembung datar (planokonveks)
  • cembung cekung (konkaf-konveks)

CL4

Perhatikan gambar diatas, titik dimana semua sinar berpotongan menuju satu titik disebut sebagai titik fokus (F1). f merupakan jarak titik fokus ke lensa dan selalu bernilai positif (kanan). F1 merupakan titik fokus sejati dan F2 merupakan titik fokus maya.

CL5

Terdapat tiga sinar istimewa pada lensa cembung (perhatikan gambar diatas), yaitu:

  1. setiap sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan menuju titik fokus sejati (F1) di belakang lensa.
  2. setiap sinar datang yang melalui titik fokus maya (F2) di depan lensa akan dibiaskan menjadi sejajar dengan sumbu utama.
  3. setiap sinar datang yang melalui titik pusat lensa akan diteruskan tanpa pembiasan.

Contoh pemanfaatan lensa cembung adalah digunakan untuk penderita rabun dekat atau hipermetropi, kaca pembesar, lensa pada teropong, lensa pada mikroskop, lensa periskop, lensa proyektor, dan lain sebagainya.

Lensa Cekung (Konkaf)

Lensa cekung berfungsi untuk menyebarkan cahaya yang datang. Lensa cekung (konkaf) juga disebut sebagai lensa negatif. Disebut negatif karena dapat menyebarkan cahaya (divergen). Terdapat tiga macam lensa cekung berdasarkan geometri di kedua sisinya, yaitu:

CL6

  • cekung cekung (bikonkaf)
  • cekung datar (planokonkaf)
  • cekung cembung (konveks -konkaf)

CL7

Perhatikan gambar diatas, jika semua sinar yang menyebar di tarik garis seolah-olah berasal dari satu titik yang disebut sebagai titik fokus maya (F2). f merupakan jarak titik fokus maya ke lensa dan selalu bernilai negatif (kiri). F2 merupakan titik fokus aktif yang bersifat maya dan F1 merupakan titik fokus pasif.

CL8

Terdapat tiga sinar istimewa pada lensa cekung (perhatikan gambar diatas), yaitu:

  1. setiap sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus maya (F2) di depan lensa.
  2. setiap sinar datang yang menuju titik fokus pasif (F1) di belakang lensa akan dibiaskan menjadi sejajar dengan sumbu utama.
  3. setiap sinar datang yang melalui titik pusat lensa akan diteruskan tanpa pembiasan.

Contoh pemanfaatan lensa cekung adalah digunakan untuk penderita rabun jauh atau miopi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata.

 

IKATAN KIMIA

Ikatan Ion

Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb) antara ion yang berbeda. Ikatan ion juga dikenal sebagai ikatan elektrovalen.

Pembentukan Ikatan Ion

Telah diketahui sebelumnya bahwa ikatan antara natrium dan klorin dalam narium klorida terjadi karena adanya serah terima elektron. Natrium merupakan logam dengan reaktivitas tinggi karena mudah melepas elektron dengan energi ionisasi rendah sedangkan klorin merupakan nonlogam dengan afinitas atau daya penagkapan elektron yang tinggi. Apabila terjadi reaksi antara natrium dan klorin maka atom klorin akan menarik satu elektron natrium. Akibatnya natrium menjadi ion positif dan klorin menjadi ion negatif. Adanya ion positif dan negatif memungkinkan terjadinya gaya tarik antara atom sehingga terbentuk natrium klorida. Pembentukan natrium klorida dapat digambarkan menggunakan penulisan Lewis sebagai berikut:

Pembentukan NaCl

 

Pembentukan NaCl dengan lambang Lewis

 

Ikatan  ion  hanya  dapat  tebentuk  apabila  unsur-unsur  yang  bereaksi mempunyai perbedaan daya tarik electron (keeelektronegatifan)  cukup  besar.  Perbedaan  keelektronegati-fan yang  besar  ini  memungkinkan  terjadinya  serah-terima  elektron. Senyawa  biner  logam  alkali  dengan  golongan  halogen  semuanya bersifat ionik. Senyawa logam alkali tanah juga bersifat ionik, kecuali untuk beberapa senyawa yang terbentuk dari berilium.

Susunan Senyawa Ion

Aturan oktet menjelaskan bahwa dalam pembentukan natrium  klorida,  natrium  akan  melepas satu  elektron  sedangkan  klorin akan menangkap satu elektron. Sehingga terlihat bahwa satu atom klorin membutuhkan  satu  atom  natrium.  Dalam  struktur  senyawa  ion natrium  klorida,  ion  positif  natrium (Na+)  tidak  hanya  berikatan dengan satu ion negatif klorin (Cl) tetapi satu ion Na+ dikelilingi oleh 6  ion  Cl demikian  juga  sebaliknya.  Struktur  tiga  dimensi  natrium klorida dapat digunakan untuk menjelaskan susunan senyawa ion.

 

Struktur kristal kubus NaCl

IKATAN KOVALEN

 

Ikatan  kovalen  dapat  terjadi  karena  adanya  penggunaan elektron secara bersama. Apabila ikatan kovalen terjadi maka kedua  atom  yang  berikatan  tertarik  pada  pasangan  elektron  yang  sama.  Molekul hidrogen H2 merupakan contoh pembentukan ikatan kovalen.

Pembentukan ikatan kovalen atom-atom hidogen

Masing-masing  atom  hidrogen  mempunyai  1  elektron  dan untuk mencapai konfigurasi oktet yang stabil seperti unsur golongan  gas mulia maka masing-masing atom hidrogen memerlukan tambahan 1 elektron. Tambahan 1 elektron untuk masing-masing atom hidrogen tidak  mungkin  didapat  dengan  proses  serah  terima  elektron  karena keelekronegatifan yang sama. Sehingga konfigurasi oktet yang stabil dpat  dicapai  dengan  pemakaian  elektron  secara  bersama.  Proses pemakaian  elektron  secara  bersama  terjadi  dengan  penyumbangan masing-masing 1 elektron ari atom hidrogen untuk menjadi pasangan elektron milik bersama. Pasangan elektron bersama ditarik oleh kedua inti atom hidrogen yang berikatan.

Pembentukan Ikatan Kovalen

Ikatan  kovalen  biasanya terjadi  antar  unsur  nonlogam  yakni antar unsur yang mempunyai keelektronegatifan relatif besar. Ikata kovalen  juga  terbentuk  karena  proses  serah  terima  elektron  tidak mungkin   terjadi.   Hidrogen   klorida   merupakan   contoh   lazim pembentukan  ikatan  kovalen  dari  atom  hidrogen  dan  atom  klorin. Hidrogen   dan   klorin  merupakan   unsur   nonlogam   dengan  harga keelektronegatifan  masing-masing  2,1  dan  3,0.  Konfigurasi  elektron atom hidrogen dan atom klorin adalah

H          : 1

Cl         : 2        8   7

Berdasarkan aturan oktet yang telah diketahui maka atom hidrogen kekurangan 1 elektron dan atom klorin memerlukan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi stabil golongan gas mulia. Apabila dilihat dari segi keelektronegatifan, klorin mempunyai harga keelektronegatifan yang  lebih  besar  dari  hidrogen  tetapi  hal  ini  tidak  serta  merta membuat klorin mampu menarik elektron hidrogen karena hidrogen juga   mempunyai   harga keelektronegatifan   yang   tidak   kecil. Konfigurasi   stabil   dapat   tercapai   dengan   pemakaian   elektron bersama.    Atom hidrogen dan atom klorin    masing-masing menyumbangkan satu elektron untuk membentuk pasangan elektron milik bersama.

Pembentukan HCl

Ikatan Kovalen Rangkap dan Rangkap Tiga

Dua  atom  dapat  berpasangan  dengan  mengguna-kan  satu pasang, dua pasang atau tiga pasang elektron yang tergantung pada jenis unsur yang berikatan. Ikatan dengan sepasang elektron disebut ikatan  tunggal  sedangkan  ikatan  yang  menggu-nakan  dua  pasang elektron  disebut  ikatan  rangkap  dan  ikatan  dengan  tiga  pasang elektron disebut ikatan rangkap tiga. Ikatan rangkap misalnya dapat dijumpai pada molekul oksigen (O2) dan molekul karbondiksida (CO2) sedangkan ikaran rangkap tiga misalnya dapat dilihat untuk molekul nitrogen (N2) dan etuna (C2H2).

 

 

IKATAN LOGAM

 

Halaman ini memperkenalkan ikatan yang terjadi pada logam. Halaman ini menjelaskan bagaimana munculnya ikatan logam dan kenapa ikatan tersebut kekuatannya bervariasi dari logam yang satu dengan logam yang lain.

Apakah ikatan logam itu?

Ikatan logam pada natrium

Logam cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi sehingga memberikan kesan kuatnya ikatan yang terjadi antara atom-atomnya. Secara rata-rata logam seperti natrium (titik leleh 97.8°C) meleleh pada suhu yang sangat jauh lebih tinggi dibanding unsur (neon) yang mendahuluinya pada tabel periodik.

SNatrium memiliki struktur elektronik 1s22s22p63s1. Ketika atom-atom natrium datang secara bersamaan, elektron pada orbital atom 2s dari satu atom natrium membagi ruang dengan elektron yang bersesuaian pada atom tetangganya untuk membentuk sebuah orbital molekul ? kebanyakan sama atau serupa dengan cara pembentukan ikatan kovalen.

Perbedaannya, bagaimanapun, tiap atom natrium tersentuh oleh delapan atom natrium yang lainnya ? dan terjadi pembagian (sharing) antara atom tengah dan orbital 3s di semua delapan atom yang lain. Dan tiap atom yang delapan ini disentuh oleh delapan atom natrium, yang kesemuanya disentuh oleh delapan atom natrium, terus dan terus sampai kamu memperoleh seluruh atom dalam bongkahan natrium.

Semua orbital 3s dalam semua atom saling tumpang tindih untuk memberikan orbital molekul dalam jumlah yang sangat banyak yang memeperluas keseluruhan tiap bagian logam. Terdapat jumlah orbital molekul yang sangat banyak, tentunya, karena tiap orbital hanya dapat menarik dua elektron.

Elektron dapat bergerak dengan leluasa diantara orbital-orbital molekul tersebut, dan karena itu tiap elektron manjdi terlepas dari atom induknya. Elektron tersebut disebut terdelokalisasi. Logam terikat bersamaan melalui kekuatan dayatarik yang kuat antara inti positif dengan elektron yang terdelokalisasi.

 

Hal ini kadang-kandang dilukisakan sebagai “susunan inti positif di lautan elektron”.

Jika kamu menggunakan tinjauan ini, hati-hati! Apakah logam merupakan atom atau ion? Jawabannya adalah logam merupakan atom.

Setiap pusat positif pada diagram menggambarkan sisa atom yang terlepas dari elektron terluar, tetapi elektron tersebut tidak menghilang – ini mungkin tidak termasuk tambahan pada atom yang istimewa, tetapi pusat positif tetap berada dalam struktur. Karena itu logam natrium ditulis dengan Na – bukan Na+.

Ikatan logam pada magnesium

Jika kamu menyusun argumentasi yang sama dengan magnesium, kamu akhirnya akan memperoleh ikatan yang lebih kuat dan tentunya titik leleh yang lebih tinggi.

Magnesium memiliki struktur elektronik terluar 3s2. Diantara elektro-elektronnya terjadi delokalisasi, karena itu “lautan” yang ada memiliki kerapatan dua kali lipat daripada yang terdapat pada natrium. Sisa “ion” juga memiliki muatan dua kali lipat (jika kamu menggunakan tinjauan ikatan logam) dan tentunya akan terjadi dayatarik yang lebih banyak antara “ion” dan “lautan”.  Lebih realistis, tiap atom magnesium memiliki satu proton lebih banyak pada intinya dibandingkan yang dimiliki oleh natrium, dan karena itu tidak hanya akan terdapat jumlah elektron yang terdelokalisasi tetapi juga akan terjadi lebih banyak dayatarik yang terjadi diantara mereka.  Atom-atom magnesium memiliki jari-jari yang sedikit lebih kecil dibandingkan atom-atom natrium dan karena itu elektron yang terdelokalisasi lebih dekat ke inti. Tiap atom magnesium juga memiliki 12 atom terdekat dibandingkan delapan yang dimiliki natrium. Faktor-faktor inilah yang meningkatkan kekuatan ikatan secara lebih lanjut.

 

Ikatan logam pada unsur-unsur transisi

Logam transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. Alasannya adalah logam transisi dapat melibatkan elektron 3d yang ada dalam kondisi delokalisasi seperti elektron pada 4s. Lebih banyak elektron yang dapat kamu libatkan, kecenderungan dayatarik yang lebih kuat akan kamu peroleh.

 

Ikatan logam pada leburan logam

Pada leburan logam, ikatan logam tetap ada, meskipun susunan strukturnya telah rusak. Ikatan logam tidak sepernuhnya putus sampai logam mendidih. Hal ini berarti bahwa titik didih merupakan penunjuk kekuatan ikatan logam dibandingkan dengan titik leleh. Pada saat meleleh, ikatan menjadi longgar tetapi tidak putus

Ikatan Van der Waals
Dalam kimia fisik, van der Waals (atau van der Waals interaksi), setelah ilmuwan Belanda bernama Johannes Diderik van der Waals, adalah menarik atau gaya tolak antara molekul (atau antara bagian-bagian molekul yang sama) selain dari yang disebabkan oleh kovalen obligasi atau ke interaksi elektrostatik ion dengan satu sama lain atau dengan molekul netral. [1] Istilah meliputi:

* Gaya antara dipol permanen dan yang sesuai dipol terinduksi
* Seketika induced induced dipol-dipol (gaya Dispersi London).

Hal ini juga kadang-kadang digunakan secara longgar sebagai sinonim untuk totalitas gaya antarmolekul. Van der Waals yang relatif lemah dibandingkan dengan ikatan kimia normal, tapi memainkan peran mendasar dalam bidang yang berbeda seperti supramolekul kimia, biologi struktural, polimer ilmu pengetahuan, teknologi nano, ilmu permukaan, dan fisika benda terkondensasi. Van der Waals menentukan sifat kimia banyak senyawa organik. Mereka juga menentukan kelarutan zat-zat organik di kutub dan non-polar media. Dalam alkohol berat molekul rendah, sifat gugus hidroksil kutub mendominasi gaya antarmolekul yang lemah van der Waals. Dalam alkohol berat molekul yang lebih tinggi, sifat rantai hidrokarbon nonpolar (s) mendominasi dan menentukan kelarutan. Van der Waals tumbuh dengan panjang nonpolar bagian dari substansi.

 

 

 

 

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai