Bioteknologi – Konsep dan Jenisnya

Mendengar istilah bioteknologi, apa yang muncul di pikiran kita? Istilahnya mungkin terdengar seperti yang sering dipakai dalam film sains-fiksi, tapi bioteknologi sebenarnya kita gunakan juga di kehidupan sehari-hari lho.

Bioteknologi sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu yang berhubungan dengan penerapan sistem biologis dan organisme untuk proses teknis dan industri untuk kesejahteraan manusia.

Federasi Bioteknologi Eropa mendefinisikan bioteknologi sebagai “perpaduan ilmu dari pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan penggunaan organisme, sel, bagian dari makhluk hidup, atau molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa”.

 

Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara-negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS.

Jenis Bioteknologi

Secara garis besar, cabang ilmu ini dibagi ke dalam dua jenis, yaitu konvensional dan modern. Seperti namanya, bioteknologi konvensional masih menggunakan proses dan peralatan yang sederhana. Biasanya, jenis konvensional memanfaatkan mikroorganisme, contohnya pada proses fermentasi. Contoh-contoh produk bioteknologi ini dapat dilihat pada contoh berikut.

bio

Tempe
Bahan: Kedelai
Mikroorganisme: Rhizopus oligosporus

Kecap
Bahan: Kedelai
Mikroorganisme: Aspergilus soyae dan Aspergilus wentii

Tauco
Bahan: Kedelai
Mikroorganisme: Aspergilus oryzae

Yoghurt
Bahan: susu
Mikroorganisme: Streptococcus, thermophilus, Lactobacillus bulgaricus

Keju
Bahan: Susu
Mikroorganisme: Lactobacillus lactis, Lactobaccilus vulgaris

Mentega
Bahan: Susu
Mikroorganisme: Streptococcus lactis

Nata de coco
Bahan: Sari kelapa
Mikroorganisme: Acetobacter xylinum

Sementara itu, bioteknologi modern telah menggunakan proses dan peralatan yang jauh lebih canggih. Biasanya, bioteknologi modern melibatkan rekayasa genetik atau manipulasi materi genetik. Jenis bioteknologi ini mampu menciptakan tumbuhan dan hewan transgenik. Selain itu, bioteknologi modern dapat dilakukan untuk pengembangan gen, uji bayi tabung, mengembangkan vaksin DNA, hingga memperbaiki gen yang cacat.

 

bioteknologi

TUGAS

carilah 2 jenis makanan hasil bioteknologi disekitarmu, kemudian catatlah bahan dan prosesnya..selamat belajar

7 tanggapan untuk “Bioteknologi – Konsep dan Jenisnya

  1. cara pembuatan tempe

    kedelai➡di bersihkandan di rendam selama 1 malam . ➡kupas kulit ari➡di cuci ➡di kukus selama 1 jam➡di dinginkan➡di campur ragi tempe➡di cetak atau di bungkus ➡FERMENTASI atau peragian selama 1malam➡di buka dan di lettakan di atas rak ➡di biarkan selama 1 malam➡tempe pun jadi

    Suka

  2. 1.tempe
    Hasil fermentasi biji kedelai menggunakan ragi
    Bahan: kedelai
    2.oncom
    Bungkil tahu yang di fermentasi dengan jamur neurosporoin termediaara
    Bahan:oncom,leunca,daun kemangi dan cabai

    Suka

  3. Pembuatan tempe

    bahan:-biji kadelai
    -ragi tempe
    -kedelai dicuci
    -di rendam selama 5 jam
    -kedalai di cuci lagi
    -lamudian kedelai di rebus salama 30-45menit
    -kupas Ari kulit kedelai
    -kukus sejenak selama 25 menit dan taburi ragi aduk hingga merata
    -setalah itu bungkus kedelai menggunakan daun pisang atau plastik
    -lalu diamkan selama 2 hari

    Suka

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai